Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas : V (Lima) Semester : 1 (Satu) Standar Kompetensi : Memahami penjelasan narasumber dari cerita rakyat secara lisan.
MENDENGARKAN
KOPENTESI DASAR
MATERI POKOK PEMBELAJARAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN
INDIKATOR
PENILAIAN
ALOKASI WAKTU
SUMBER BELAJAR
1. Menanggapi penjelasan nara sumber (petani, pedagang, nelayan, karyawan, dll) dengan memperhatikan santun berbahasa.
Penjelasan nara sumber
Siswa menyusun daftar pertanyaan.
Siswa mengunjungi naar sumber yang telah ditentukan.
Siswa mengajukn pertanyaan sesuai dengan pokok-pokok pembicaraan.
Siswa mendengarkan penjelasan nar sumber.
Siswa mencatat pokok-pokok pembicaraan.
Siswa menanggapi isi penjelasan
Siswa menyimpulkan isi penjelasan nara sumber.
Menanggapi isi penjelasan.
Menyimpulkan isi penjelasan nara sumber
Teknik
Non Tes :
Perbuatan
Bentuk
Unjuk Kerja
Produk
Instrumen
Lembar penilaian unjuk kerja
Lembar penilaian produk
10 X 35 Menit
Nara sumber
( petani, pedagang, nelayan, dll ).
1.2 Mengidentifikasi unsure cerita tentang cerita rakyat yang di dengarnya.
Teks cerita rakyat
Siswa mendengarkancerita rakyat.
Siswa mendaftar nama-nama tokoh dan menuliskan secara singkat watak tokoh cerita rakyat.
Siswa menuliskan latar cerita rakya
Mendaftar nama-nama tokoh dan menuliskan secara singkat watak tokoh cerita rakyat.
Menuliskan latar cerita rakyat.
Teknik
Tes :
Tertulis
Lisan
Non Tes:
Perbuatan
Bentuk
Pilihan ganda, isian ,dan essay
5 X 35 Menit
Masalah yang terjadi di sekolah.
Buku-buku yang relevan
(Semoga sedikit uraian dari Saya bisa bermanfaat Amin.. Thanks to Dhewi yang telah banyak menbantu dalam penyeleseian tulisan ini.)
HALAMAN JUDUL………………………...…………………………………i KATA PENGANTAR……………………...………………………………….iii
BAB I PENDAHULUAN
Latar belakang masalah…………………………………………….1
Identifikasi masalah………………………………………………...2
Rumusan masalah……………………………………………........2
Tujuan………………………………………………………….….…2
Manfaat……………………………………………………….……...2
BAB II PEMBAHASAN
Pengertian……………………………………………………….....3
Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi…………………......4
Cara untuk meningkatkan motivasi olahraga pada siswa…….....6
Pentingnya olahraga bagi siswa…………………………........….9
BAB III PENUTUP
Kesimpulan…………………………………………………………12
Saran………………………………………………………………..14
DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya, penulis menyelesaikan makalah dengan judul: "Upaya Menumbuhkan Motivasi Olahraga Pada Siswa “
Mulai perencanaan sampai dengan penyelesaian makalah ini, penulis telah banyak mendapatkan bantuan-bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada yang terhormat:
1. Bapak Drs. Parji, M.Pd., Rektor IKIP PGRI Madiun
2. Bapak Drs. Hagus Muryanto, M.Kes., Dosen Pendidikan Jasmani dan kesehatan
3. Bapak dan Ibu orang tua yang telah memberikan dorongan dan doa restu, baik moral maupun material selama penulis menuntut ilmu.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan Rahmat dan Karunia-Nya kepada semua pihak yang telah memberikan segala bantuan tersebut di atas. Makalah ini tentu saja masih jauh dari sempurna, sehingga penulis dengan senang hati menerima kritik demi perbaikan. Kepada pembaca mungkin masih bisa mengembangkan hasil penelitian ini pada ruang lingkup yang lebih luas dan analisis yang lebih tajam. Akhirnya semoga makalah ini ada manfaatnya.
Madiun, 22 Januari 2011
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Dunia pendidikan tidak akan terlepas dari sebuah prestasi. Prestasi akan mudah dicapai oleh siswa apabila siswa mempunyai semangat belajar yang tinggi. Selain itu siswa juga menyukai bidang mata pelajaran yang membuatnya tertarik. Pendidikan olahraga khususnya, banyak siswa menganggap olahraga adalah pelajaran yang sulit. Padahal olahraga adalah pelajaran yang sangat menyenangkan dan hanya membutuhkan tenaga dan fisik yang sehat. Akan tetapi olahraga kurang banyak diminati oleh siswa. Pada saat mereka mendaptkan pelajaran olahraga mereka hanya terdiam pasif. Hal ini disebabkan karena rendahnya motivasi mereka untuk menekuni kegiatan olahraga.
Banyak prestasi yang dapat diraih dari bidang olahraga. Namun, para siswa memandangnya sesuatu yang mustahil apabila tidak mempunyai bakat. Sebenarnya olahraga bukan hanya bisa diikuti oleh anak yang berbakat saja melainkan semua orang dapat mengikutinya. Untuk menumbuhkan keinginan siswa agar mereka menyukai olahraga dapat dilakukan dengan memberikan motivasi.
Dari permasalahan di atas, maka motivasi siswa perlu ditumbuhkan. Oleh karena
itu, kami mengangkat judul “ Upaya Menumbuhkan Motivasi Olahraga Pada Siswa “.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan masalah yang telah diuraikan di atas dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:
Rendahnya motivasi siswa dalam bidang olahraga.
Anggapan bahwa berprestasi dalam olahraga itu sulit.
Rumusan Masalah
Apakah pengertian motivasi?
Faktor apa sajakah yang mempengaruhi motivasi?
Bagaimanakah cara menumbuhkan motivasi olahraga pada siswa?
Apakah pentingnya motivasi bagi kita?
Tujuan
Mengetahui pengertian motivasi dari beberapa ahli.
Mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi motivasi.
Mengetahui cara menumbuhkan motivasi olahraga pada siswa.
Mengetahui pentingnya motivasi bagi kita.
Manfaat
Untuk meningkatkan motivasi siswa di bidang olahraga.
Untuk meningkatkan prestasi siswa di bidang olahraga.
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian
Pengertian motivasi dapat didefinisikan oleh beberapa ahli sebagai berikut: Menurut T. Hani Handoko ( 2003:252), mengemukakan bahwa motivasi adalah:“Keadaan pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai mencapai tujuan”
Menurut H. Hadari Nawawi (2003:351), pengertian dari motivasi adalah :
“Suatu keadaan yang mendorong atau menjadi sebab seseorang melakukan sesuatu perbuatan atau kegiatan yang berlangsung secara sadar”.
Menurut A. Anwar Prabu Mangkunegara (2002:95), mengatakan mengenai motivasi adalah :
“kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara prilaku yang berubungan dengan lingkungan kerja”.
Menurut Henry Simamora (2004:510), devinisi dari motivasi adalah :
“Sebuah fungsi dari pengharapan individu bahwa upaya tertentu akan menghasilkan tingkat kinerja yang pada gilirannya akan membuahkan imbalan atau hasil yang dikehendki”.
Menurut Chung dan Megginson yang dikutip oleh Faustino Cardoso Gomes (2002:177), menerangkan bahwa motivasi adalah :
“Tingkat usaha yang dilakukan oleh seseorang yang mengejar suatu tujuan dan berkaitan dengan kepuasan kerja dan perfoman pekerjaan”.
Dari pengertian-pengertian motivasi diatas maka dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan suatu keadaan atau kondisi yang mendorong, merangsang atau menggerakan seseorang untuk melakukan sesuatu atau kegiatan yang dilakukannya sehingga ia dapat mencapai tujuannya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi
Faktor yang mempengaruhi motivasi terdiri dari 2 faktor yaitu:
Faktor internal
Faktor internal mengacu pada diri sendiri, misalnya kegiatan belajar dihayati dan merupakan kebutuhan untuk memuaskan rasa ingin tahu.
Faktor eksternal
Faktor eksternal mengacu pada faktor di luar dirinya yaitu meliputi:
Lingkungan rumah
Lingkungan rumah terutama orang tua, memegang peranan penting serta menjadi guru bagi anak dalam mengenal dunianya. Orang tua adalah pengasuh,pemotivasi, pendidik dan membantu proses sosialisasi anak. Menurut Utami Munandar (1999), bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan orang tua, maka semakin baik prestasi anak. Termasuk juga sejauh mana keluarga mampu menyediakan fasilitas tertentu untuk anak (televisi, internet , alat-alat olahraga, dan buku bacaan).
Lingkungan sekolah
Menurut Ormrod (2006) lingkungan sekolah yang baik adalah lingkungan yang nyaman sehingga anak terdorong untuk berprestasi. Ada beberapa karakteristik lingkungan sekolah yang nyaman sebagai tempat belajar dan berprestasi antara lain:
Sekolah harus mempunyai sarana dan prasarana untuk mendukung murid agar sukses baik dalam bidang akademik maupun olahraga.
Adanya kurikulum yang menantang dan terarah.
Adanya perhatian dan kepercayaan murid serta orang tua terhadap sekolah.
Adanya kebijakan dan peraturan sekolah yang jelas. Misalnya panduan perilaku yang baik, konsekuensi yang konsisten, penjelasan yang jelas, kesempatan menjalin interaksi sosial serta kemampuan menyelesaikan masalah.
Adanya partisipasi murid dalam pembuatan kebijakan sekolah.
Membangun kerja sama dengan komunitas keluarga dan masyarakat.
Cara menumbuhkan motivasi olahraga pada siswa
Beberapa cara untuk menumbuhkan motivasi kegiatan olahraga sebagai berikut:
Dukung keberagaman gaya pembelajaran olahraga
Pola yang diberikan sesuai dengan gaya dan prefensi yang ada di sekolah.
Dorong kreativitas
Jiwa kreatif yang dapat mengendalikan pembelajaran setelah terjun di dalam masyarakat.
Pastikan kesuksesan dengan langkah-langkah prestasi
Faktor yang sangat penting untuk motivasi pembelajaran olahraga yang sukses.
Harus percaya pada kemampuan diri sendiri
Percaya diri merupakan penentu kesuksesan dan pemotivasi seseorang.
Akui gaya individual tiap-tiap anak
Pengakuan penting meskipun banyak kesulitan yang inklusif yang terjadi.
Pastikan bahwa kegiatan olahraga berkaitan dengan usia dan minat
Kegiatan olahraga harus sesuai dengan level keterkaitan mereka.
Gunakan pengamatan untuk memulai mengetahui prefensi anak
Sebelum menyusun materi penting terlebih dahulu mendapatkan pengetahuan mengenai tiap-tiap individu.
Penggunaan beragam gaya belajar pelajaran olahraga di kelas
Seberapa baik pelajaran olahraga dimanfaatkan dengan menggunakan beragam gaya pembelajaran.
Pastikan kegiatan olahraga itu bermakna
Penting untuk level pemahaman dengan pengetahuan konsep kunci pembelajar mengecek an olahraga.
Hindari potensi stigma
Jika anak kesulitan melakukan kegiatan olahraga maka berilah waktu tambahan atau perlengkapan khusus.
Kembangkan potensi siswa
Kunci pemotivasi yang sukses adalah senantiasa memberi dan mengembangkan potensi siswa.
Dukung pilihan siswa
Jika siswa memilih terhadap salah satu kegiatan olahraga yang digemari maka dukunglah, karena hal tersebut dapat memupuk kemandirian dan tanggung jawab siswa.
Minimalkan tekanan
Beberapa anak membutuhkan tekanan agar termotivasi misalnya, tenggang waktu persaingan atau sportivitas.
Tunjukkan kemajuan
Kerangka kerja atau bahkan daftar periksa membantu siswa mencatat kemajuannya.
Penilaian diri
Penilaian ini penting karena membantu anak mengendalikan pembelajaran kegiatan olahraga mereka sendiri.
Memberi angka
Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak siswa yang justru untuk mencapai angka/nilai yang baik. Sehingga yang dikejar hanyalah nilai ulangan atau nilai raport yang baik. Angka-angka yang baik itu bagi para siswa merupakan motivasi yang sangat kuat. Yang perlu diingat oleh guru, bahwa pencapaian angka-angka tersebut belum merupakan hasil belajar yang sejati dan bermakna. Harapannya angka-angka tersebut dikaitkan dengan nilai afeksinya bukan sekedar kognitifnya saja.
Hadiah
Hadiah dapat menjadi motivasi yang kuat, dimana siswa tertarik pada bidang tertentu yang akan diberikan hadiah. Tidak demikian jika hadiah diberikan untuk suatu pekerjaan yang tidak menarik menurut siswa.
Kompetisi
Persaingan, baik yang individu atau kelompok, dapat menjadi sarana untuk meningkatkan motivasi belajar. Karena terkadang jika ada saingan, siswa akan menjadi lebih bersemangat dalam mencapai hasil yang terbaik.
Ego-involvement
Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Bentuk kerja keras siswa dapat terlibat secara kognitif yaitu dengan mencari cara untuk dapat meningkatkan motivasi.
Memberi Ulangan
Para siswa akan giat belajar kalau mengetahui akan diadakan ulangan. Tetapi ulangan jangan terlalu sering dilakukan karena akan membosankan dan akan jadi rutinitas belaka.
Mengetahui Hasil
Mengetahui hasil belajar bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Dengan mengetahui hasil belajarnya, siswa akan terdorong untuk belajar lebih giat. Apalagi jika hasil belajar itu mengalami kemajuan, siswa pasti akan berusaha mempertahankannya atau bahkan termotivasi untuk dapat meningkatkannya.
Pujian
Apabila ada siswa yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik, maka perlu diberikan pujian. Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan memberikan motivasi yang baik bagi siswa. Pemberiannya juga harus pada waktu yang tepat, sehingga akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi motivasi belajar serta sekaligus akan membangkitkan harga diri.
Hukuman
Hukuman adalah bentuk reinforcement yang negatif, tetapi jika diberikan secara tepat dan bijaksana, bisa menjadi alat motivasi. Oleh karena itu, guru harus memahami prinsip-prinsip pemberian hukuman tersebut.
Pentingnya motivasi bagi kita
Pentingnya motivasi untuk siswa pada kegiatan olahraga adalah sebagai berikut:
Agar dapat memahami kegiatan olahraga apa saja yang mereka pelajari
Menjadi individu yang ingin tahu
Pribadi yang ingin tahu terhadap perkembangan olahraga apa saja yang saat ini sedang berkembang.
Mampu melihat dunia olahraga yang baru sebagai bagian dari gambar besar
Misalnya anak mengatakan “saya ingin belajar berenang karena saya ingin” dan anak ini secara langsung termotivasi untuk belajar berenang karena ia melihat manfaat dari berenang.
Menikmati kegiatan olahraga atas pengalaman berolahraga
Jika siswa dapat menikmati dengan suasanan yang menyenangkan maka dapat memberikan kesan tersendiri terhadap pengamalan kegiatan olahraga siswa.
Memiliki energy untuk belajar
Dengan jiwa yang sehat dan kuat maka dapat menumbuhkan energi baru yang memotivasi terhadap kegiatan belajar olahraga siswa.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Pengertian
Motivasi merupakan suatu keadaan atau kondisi yang mendorong, merangsang atau menggerakan seseorang untuk melakukan sesuatu atau kegiatan yang dilakukannya sehingga ia dapat mencapai tujuannya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi
Faktor internal, yaitu faktor yang timbul dari diri sendiri.
Faktor eksternal, diantaranya: lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah.
Cara menumbuhkan motivasi olahraga pada siswa
Beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi olahraga anak adalah sebagai berikut:
Dukung keberagaman gaya pembelajaran olahraga
Dorong kreativitas
Pastikan kesuksesan dengan langkah-langkah prestasi
Harus percaya pada kemampuan diri sendiri
Akui gaya individual tiap-tiap anak
Pastikan bahwa kegiatan olahraga berkaitan dengan usia dan minat
Gunakan pengamatan untuk memulai mengetahui prefensi anak
Penggunaan beragam gaya belajar pelajaran olahraga di kelas
Pastikan kegiatan olahraga itu bermakna
Hindari potensi stigma
Kembangkan potensi siswa
Dukung pilihan siswa
Minimalkan tekanan
Tunjukkan kemajuan
Penilaian diri
Memberi angka
Hadiah
Kompetisi
Ego-involvement
Memberi Ulangan
Mengetahui Hasil
Pujian
Hukuman
Pentingnya motivasi bagi siswa
Pentingnya motivasi untuk siswa pada kegiatan olahraga adalah sebagai berikut:
Agar dapat memahami kegiatan olahraga apa saja yang mereka pelajari
Menjadi individu yang ingin tahu
Mampu melihat dunia olahraga yang baru sebagai bagian dari gambar besar
Menikmati kegiatan olahraga atas pengalaman berolahraga
Memiliki energy untuk belajar
SARAN
Sebagai seorang guru hendaknya guru tersebut harus mampu membangkitkan motivasi para siswanya. Diharapkan siswa-siswa tersebut dapat meraih prestasi. Dibidang olahraga misalnya, guru harus membuat siswanya semangat dalam berolahraga. Karena dengan tubuh yang sehat akan membuat siswa menjaadi semangat belajar. Guru dapat menerapkan beberapa cara yang telah kami uraikan dalam membantu memberikan motivasi olahraga pada siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Gavin reid. Memotivasi Siswa di kelas. 2009. Jakarta: PT indeks
Di akses dari:
http://whandi.net/cara-meningkatkan-motivasi-belajar-anak.html
http://sman1kolaka.com/?pilih=warta&mod=yes&aksi=lihat&id=26
http://episentrum.com/artikel-psikologi/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-prestasi/#more-515
(Semoga sedikit uraian dari Saya bisa bermanfaat Amin.. Thanks to Ragiel yang telah banyak menbantu dalam penyeleseian tulisan ini.)